Kamis, 24 Mei 2012

SYAFAAT

Allah telah menetapkan adanya syafaat di akhirat kelak melalui ayat-ayat Alquran. Hal ini sesuai hadist-hadist Rasulullah saw. Diantaranya apa yang diriwayatkan dari Abu Hurairah,"Sesungguhnya bagian bumi yang pertama kali terbuka adalah tempatku, tetapi aku tak merasa bangga. Karena aku juga, Adam & anak cucunya ada, tetpi aku tak merasa bangga. Aku menjadi pemegang panji pujian, tetapi aku tak bangga. Aku orang pertama kali masuk syurga, tetapi aku tak merasa bangga. Kemudian aku menjadi orang yang menarik daun pintu syurga, lalu aku diperkenankan masuk & disambut Tuhan yang Maha perkasa, maka aku jatuh tersungkur seraya bersukud kepada-Nya." Lalu Dia berfirman,Hai Muhammad, angkat kepalamu, mintalah syafaat, niscaya akan diberikan syafaat kepadamu."
Kemudian aku mengangkat kepalaku & kukatakan,"Ya Tuhanku, umatku, umatku." Dan aku terus meminta pada Tuhanku sehingga Dia berfirman," pergi dan lihatlah." Maka saat itu, barang siapa yang didalam hatinya ada iman sebesar biji atom, maka dia akan kukeluarkan dari neraka."
Kemudia aku mengeluarkan umatku dari neraka yang menumpuk seperti gunung, lalu para nabi berkata kepadaku," kembalilah kepada Tuhanmu & mintalah syafaat kepada-Nya untuk umat kami."
" Aku sudah kembali menghadap Tuhanku sampai aku merasa malu pada-Nya," jawab Nabi Muhammad.
Dan dalam hadist yang diriwayatkan dari Jabir bin 'Abdullah r.a., Rasulullah bersabda," Syafaatku untuk orang-orang yang berbuat dosa besar dari umatku."
Abu Hurairah r.a. bercerita bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, " Setiap Nabi punya doa mustajab. Setiap Nabi telah menyegerakan doa-nya di dunia, sedang aku menyimpan doaku untuk menjadi syafaat bagi umatku pada hari kiamat kelak. Insya Allah, doaku akan sampai kepada umatku yang meninggal dunia dalam keadaan tidak menyekutukan Allah."
Orang-orang yang jujur & orang-orang salih juga mempunyai syafaat. Dalam hadist yang diriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri, Rasulullah saw bersabda," Setiap nabi mempunyai pemberian, dan aku menyimpan pemberianku sebagai syafaat bagi umatku. dan sesungguhnya seseorang dari umatku dapat memberi syafaat bagi suatu kabilah sehingga Allah berkenan memasukan mereka ke syurga dengan syafaatnya.
" Aku masih terus memohon syafaat kepada Tuhanku sampai aku mengatakan," Ya Tuhanku, berikanlah syafaat kepadaku untuk orang-orang yang mengatakan La Ilaha illa Allah.' Maka Allah yang mahaagung lagi mahatinggi berfirman,' Hai Muhammad, itu bukan hakmu & bukan milik siapapun juga, melainkan itu adalah milik-Ku sendiri sebagai kemuliaan, keperkasaan, dan rahmat-Ku, Aku tidak akan membiarkan seorangpun yang mengatakan Laa Ilaha ila Allah tinggal selamanya di dalam neraka."




Kitab Al-Ghunyah li Thalibi Thariq al-Haqq fi akhlaq
karangan Syeikh Abdul Qodir Zaelani